Konfigurasi Inter VLAN Routing pada Layer 3 Switch Cisco
Thursday, 28 November 2013
Posted by Unknown
Tag :
ilmu komputer,
informasi
bagaimana konfigurasi inter Vlan routing pada layer 3 Switch atau
Switch multilayer dengan fitur enhanced Multilayer Image (EMI). Sebelum
kita bahas cara dan tahapan konfigurasinya, penulis akan review kembali
sekilas apa itu Vlan dan mengapa kita perlu menerapkan Vlan dan Inter
Vlan routing.

Mari kita mulai konfigurasinya :


Selamat mencoba.
Sumber
VLAN-Virtual Local Area Network
- VLAN adalah segmentasi logika jaringan switching
- VLAN memiliki atribut yang sama seperti LAN fisik
- VLAN memisahkan peralatan ke dalam broadcast domain yang berbeda dan layer 3 subnets
- Peralatan-peralatan dalam VLAN dapat berkomunikasi tanpa routing, tetapi peralatan-peralatan jaringan dalam VLAN berbeda mempersyaratkan router untuk berkomunikasi satu sama lainnya.
- VLAN menawarkan keuntungan yang signifikan dalam hal efisiensi penggunaan bandwidth, fleksibilitas, performance (unjuk kerja) dan keamanan.
Inter VLAN Routing
- InterVLAN routing mengijinkan komunikasi antar jaringan VLAN
- Peralatan pada VLAN berbeda tidak dapat berkomunikasi tanpa sebuah router untuk melakukan route trafik antar VLAN
- Swtich terbaru mampu menggabungkan kemampuan routing dalam switch (Enterprise Switch)
- InterVLAN routing didukung pada switch yang menjalankan enhanced multilayer image (EMI) software
- Pembatasan komunikasi antar VLAN dapat dilakukan denga menggunakan access list.
Tahapan Konfigurasi antar VLAN
- Aktifkan IP routing pada switch
- Buat VLAN
- Menentukan port-port switch untuk VLAN tertentu
- Menentukan IP address ke VLAN
Mari kita mulai konfigurasinya :
1. Mengaktifkan IP routing
Switch>enable Switch#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Switch(config)#ip routing Switch(config)#ip routing Switch(config)#Cek hasilnya dengan perintah “show run“
2. Membuat VLAN
Membuat Vlan 2 dengan nama Sales :Switch(config)#vlan 2 Switch(config-vlan)#na Switch(config-vlan)#name Sales Switch(config-vlan)#exitMembuat Vlan 3 dengan nama Marketing :
Switch(config)#vlan 3 Switch(config-vlan)#name Marketing Switch(config-vlan)#exitverifikasi hasilnya dengan perintah
Switch(config)#do sh vlan VLAN Name Status Ports ---- -------------------------------- --------- ------------------------------- 1 default active Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4 Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8 Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12 Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16 Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20 Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24 Gig0/1, Gig0/2 2 Sales active 3 Marketing active 1002 fddi-default act/unsup 1003 token-ring-default act/unsup 1004 fddinet-default act/unsup 1005 trnet-default act/unsup
3. Menentukan port switch pada vlan tertentu
Switch(config)#int fa0/4 Switch(config-if)#switchport access vlan 2 Switch(config-if)#exit Switch(config)#int fa0/6 Switch(config-if)#switchport access vlan 3 Switch(config-if)#exit Switch(config)# Verifikasi hasilnya Switch(config)#do sh vlan VLAN Name Status Ports ---- -------------------------------- --------- ------------------------------- 1 default active Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/5 Fa0/7, Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10 Fa0/11, Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14 Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18 Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22 Fa0/23, Fa0/24, Gig0/1, Gig0/2 2 Sales active Fa0/4 3 Marketing active Fa0/6
4. Menentukan IP adress Vlan
Switch(config)#int vlan 2 Switch(config-if)# %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan2, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan2, changed state to up Switch(config-if)#ip add 10.1.2.1 255.255.255.0 Switch(config-if)#no shutdown Switch(config-if)#exit Switch(config)#int Switch(config)#interface vlan 3 %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan3, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan3, changed state to up Switch(config-if)#ip add 10.1.3.1 255.255.255.0 Switch(config-if)#no shutdown Switch(config-if)#exit Switch(config)#verifikasi hasilnya !
Switch(config)#do sh ip int br Vlan2 10.1.2.1 YES manual up up Vlan3 10.1.3.1 YES manual up up
5. Konfigurasi IP setiap host pada masing2 vlan
Konfigurasi IP pada masing-masing host pada setiap VLAN, seperti dapat dilihat pada gambar di bawah iniSelamat mencoba.
Sumber
Kali ini saya mau berbasa-basi mengenai Cisco Switch
Mengakses CLI Cisco Catalyst 2960
CLI (Command Line Interface) adalah antarmuka yang bisa kita gunakan untuk melakukan konfigurasi pada switch, ada beberapa cara untuk mengakses CLI, diantaranya melalui konsole, telnet, atau SSH. Sebelum membahas lebih lanjut alangkah lebih baik kita berkenalan dulu dengan yang namanya Cisco Switch 2960
Cisco Catalyst Switches dan Switch 2960
Cisco menyebut penghubung fisik antara switch dan device(komputer) dengan sebutan port atau interface. Setiap interface memiliki penomoran dengan style x/y. Pada Cisco Switch 2960 penomoran dimulai dari 0/1, 0/2, dan seterusnya. Interface-interface tersebut juga memiliki penamaan, misalnya, “interface FastEthernet 0/1” adalah interface pertama dari 10/100 interface yang dimiliki switch ini. Jika switch mendukung interface Gigabit maka Interface pertama dari 10/100 nya akan dinamakan ” interface gigabitethernet 0/1.”
Catatan : Faktanya produk switch cisco yang paling populer, seri 6500, bisa menjalankan Cisco IOS ataupun Cat OS. Cisco mamakai istilah Hybrid untuk switch 6500 yang menggunakan Cat OS dan istilah Native untuk switch 6500 yang menggunakan Cisco IOS..Status Switch dari LED
Kebanyakan switch Cisco Catalyst memiliki beberapa LED, termasuk LED untuk setiap interface fisiknya. Gambar dibawah menunjukkan bagian depan dari switch 2960 dengan 5 LED disebelah kiri dan satu LED untuk setiap interfacenya, juga tombol mode.
- Mati: Switch dalam kondisi mati.
- Nyala (hijau) : Switch nyala dan siap beroperasi (Cisco IOS sudah ter-load).
- Nyala (kuning/amber): Proses POST Switch gagal dan Cisco IOS tidak ter-load.
- Mati: Link (koneksi antara device/komputer dengan switch pada port tersebut) tidak bekerja.
- Hijau muda: Link bekerja tapi tidak ada traffic/ tidak ada frame yang lewat/tidak ada transfer data pada link tersebut.
- Hijau kedip2: Link bekerja dan ada transfer data yang melalui interface tersebut.
- Kuning kedip2: Interface dapat berjalan secara normal namun dalam keadaan di-disable oleh administrator.
Akses CLI melalui Console
Port konsole adalah salah satu cara untuk mengakses CLI walaupun switch belum terhubung dengan network. Setiap produk Cisco memiliki port konsole yang secara fisik adalah RJ-45. Sebuah komputer yang terhubung dengan konsole switch harus menggunakan kabel UTP rollover yang terhubung pada port serial PC. Kabel rollover UTP memiliki konektor RJ-45 pada setiap ujungnya, dengan ujung pin 1 terhubung pada pin 8 diujung yang lain, pin 2 dengan pin 7, pin 3 dengan pin 6 dan pin 4 dengan pin5. Pada beberapa kasus, interface serial pada PC tidak men-support konektor RJ-45, untuk hal ini bisa digunakan sebuah adapter yang bisa mengkonversi ke konektor USB.
Emulator yang dikonfigurasi untuk memanfaatkan serial port PC harus sesuai dengan setting-an konsole port pada switch. defaultnya adalah seperti berikut:
- 9600 bits/second
- No hardware flow control
- 8-bit ASCII
- No stop bits
- 1 parity bit
Mengakses CLI melalui Telnet dan SSH.
Telnet memanfaatkan koneksi via network untuk mengakses switch, tidak menggunakan kabel khusus ataupun port fisik pada device. Network antara PC dan switch harus sudah berjalan sehingga PC dan switch bisa bertukar paket IP via network. Telnet mengirimkan semua data (termasuk username dan password untuk switch) berupa plain-text, sehingga resiko keamanannya tinggi.
Secure Shell (SSH) melakukan fungsi yang sama persis dengan Telnet, namun lebih aman karena dilengkapi dengan metode enkripsi, sehingga data yang dikirimkan tidak berupa plain-text tapi berupa data yang sudah ter-enkripsi. Seperti halnya Telnet, SSH client juga mengikutsertakan emulator terminal dan kemampuan transfer data via network menggunakan IP. SSH memanfaatkan port 22 sementara Telnet port 23.
Password Security untuk akses CLI
Default-nya, Cisco switch hanya bisa diakses via konsole, tidak ada Telnet ataupun SSH. Melalui konsole, user mendapatkan akses penuh untuk semua command/perintah yang tersedia. Tetapi, mengakses switch via konsole mengharuskan akses secara fisik ke switch, jadi, meng-enable fitur akses via Telnet dan SSH sangat menguntungkan karena tidak perlu repot mendatangi switch untuk bisa mengakses CLI-nya.
Untuk alasan sekuriti, cukup beralasan jika menambahkan password untuk mengakses konsole, Telnet, ataupun SSH.
User Mode dan Enable (privileged) Mode
Ketiga metode untuk mengakses switch CLI (konsole, Telnet, dan SSH) menempatkan user pada area CLI yang disebut user EXEC mode. User EXEC mode, disebut juga user mode, memungkinkan user untuk melihat-lihat konfigurasi namun tidak bisa melakukan perubahan setting pada switch. Disini user hanya bisa mengeksekusi perintah-perintah yang ‘harmless‘ dan switch menampilkan pesan-pesan hasil dari eksekusi command ke layar.
Untuk EXEC mode yang lebih powerfull, Cisco IOS menyediakan fitur enable mode (privileged EXEC mode). Dinamakan enable mode karena untuk memasuki area tersebut dilakukan dengan cara mengeksekusi perintah ‘enable‘. Dinamakan privileged mode karena pada mode ini kita dapat meng-eksekusi command / perintah-perintah yang powerful (privileged) disini, misalnya, perintah reload hanya bisa dieksekusi pada mode ini. Perhatikan gambar berikut.
Mengkonfigurasi Cisco IOS Software
Configuration
mode adalah mode lain yang disediakan oleh Cisco CLI, selain dari user
mode dan privileged mode. Perintah-perintah yang dieksekusi pada User
mode dan enable mode tidak mengubah konfigurasi pada switch. Untuk
merubah konfigurasi switch harus dilakukan pada configuration mode.

Perintah-perintah yang dieksekusi pada configuration mode mengupdate file konfigurasi yang sedang aktif. Perubahan konfigurasi ini terjadi secara langsung setiap kali perintah dieksekusi. Untuk itu, user harus ekstra hati-hati setiap mengeksekusi perintah pada mode ini.
Menyimpan file-file Konfigurasi SwitchPerintah-perintah yang dieksekusi pada configuration mode mengupdate file konfigurasi yang sedang aktif. Perubahan konfigurasi ini terjadi secara langsung setiap kali perintah dieksekusi. Untuk itu, user harus ekstra hati-hati setiap mengeksekusi perintah pada mode ini.
Berikut adalah 4 tipe memori pada cisco switch :
- RAM: Kadang disebut DRAM (Dynamic Random-Access Memory), RAM pada switch bekerja seperti halnya RAM pada komputer: for working storage. Untuk menyimpan file-file konfigurasi yang sedang aktif.
- ROM: Read-Only Memory (ROM) menyimpan program bootstrap yang biasanya dipanggil saat switch pertama kali dinyalakan. Program bootstrap ini kemudian mencari image dari Cisco IOS untuk kemudian di load kedalam RAM. Setelah itu, operasi pada switch diambil alih oleh Cisco IOS yang baru saja di load.
- Flash memory: Bisa berupa chip didalam switch atau memory card yang removable, berfungsi menyimpan Image dari Cisco IOS. Flash memory juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan file-file yang lain seperti file-file bakup konfigurasi.
- NVRAM: Nonvolatile RAM (NVRAM) menyimpan file konfigurasi startup yang digunakan saat switch pertama kali dinyalakan atau setelah switch di reload.
- Startup-config : Menyimpan konfigurasi awal yang digunakan setiap kali switch dinyalakan atau di reload. File ini disimpan di NVRAM.
- Running-config : Menyimpan perintah-perintah konfigurasi yang sedang/sudah dieksekusi (on the fly). File ini terus berubah secara dinamis setiap kali perintah dieksekusi. File ini disimpan di RAM.
Mengkopi dan Menghapus File-File Konfigurasi
Singkatnya *mode males:on*, bisa menggunakan perintah-perintah sebagai berikut :
copy {tftp | running-config | startup-config} {tftp | running-config | startup-config}
Story Line:
N/A 2013.11.18
http://www.tv.com/wwe-monday-night-raw/show/4822/summary.html
[FORMAT]:………………………….:[ Matroska
[FILE SIZE]:……………………….:[ 575 MB
[RESOLUTION]:………………………:[ 700x400
[LANGUAGE ]:……………………….:[ English
[SUBTITLES]:……………………….:[ none
[SOURCE]:…………:[ WWE.Monday.Night.Raw.2013.11.18.HDTV.x264-DX
[Encoder]:…………………………:[ nItRo
[FILE SIZE]:……………………….:[ 575 MB
[RESOLUTION]:………………………:[ 700x400
[LANGUAGE ]:……………………….:[ English
[SUBTITLES]:……………………….:[ none
[SOURCE]:…………:[ WWE.Monday.Night.Raw.2013.11.18.HDTV.x264-DX
[Encoder]:…………………………:[ nItRo
Download:
Lensa prime (fixed)
lensa fix memiliki pembesaran gambar dan sudut pandang yang tidak dapat dirubah.. contohnya : lensa 14mm f/2,8 dan lensa 50mm f/1,4
lensa fix

Lensa zoom (vario)
ensa vario memiliki perbesaran gambar dan sudut pandang yang dapat dirubah tanpa harus mengganti lensa
contohnya :
lensa 18-70mm f/3,5-3,4
lensa 18-135mm f/3,5-5,6
lensa 70-200mm f/2,8
sedangkan lensa vario ini dibagi menjadi 3 menurut panjang fokus lensa, yaitu:
1. lensa sudut lebar (lensa wide)
memiliki focal length lensa antara tidak terbatas sampai 28mm,
(+) mengambil sudut pandang yang lebih luas , ruang tajam lebih luas
(-) Barrel distortion cukup tinggi, sehingga kurang cocok untuk pemotretan model, karena mengakibatkan bagian tubuh model seperti lebih besar..
2. Lensa Normal
memiliki focal length 35-70mm, memiliki sudut pandang +- sama dengan sudut pandang manusia (+- 45 derajat)
(+) tidak ada distorsi
(-) biasa saja (tidak istimewa)
lensa ini cocok untuk dokumentasi / foto bersama
3. Lensa Tele
Lensa ini memiliki focal length antara 80mm- tak terbatas lensa ini merupakan kebalikan dari lensa wide
(+) mendekatkan objek yang jauh
(-) ruang tajam lebih sempit, pinchusion distortion
lensa ini cocok untuk pemotretan model, olah raga, konser, paparazzi
lensa zoom

selain lensa2 diatas ,ada juga lensa khusus seperti berikut gan:
1. Lensa Makro
memiliki jarak fokus yang dekat. memiliki kemampuan perbesaran gambar lebih besar dari pada lensa2 lain. biasanya memiliki perbesaran 1:1 (contoh: benda dg tinggi 1cm akan terekam dengan tinggi 1cm juga pada sensor). Lensa ini dipakai untuk pemotretan benda2 kecil
2. Lensa PC (Perspective Correction)
Memiliki kemampuan untuk mengoreksi perspektif, biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur
3. Lensa Fish eye
lensa ini memiliki sudut pandang 180 derajat dan biasanya panjang focal lenghtnya 16mm. lensa ini menghasilkan efek seperti mata ikan memandang (cembung)
Filter Lensa
1. filter wajib
filter UV: untuk menyaring sinar UV yang tidak kasat mata. fungsi lainnya untuk melindungi lensa dari debu, dsb
2. filter tambahan
- filter ND (neutral Density) Gradual, Non-Gradual, Half
Gradual: filter ND yang setengah bagiannya lebih gelap dg gradasi
Non-Gradual : Filter ND yang semua bagiannya lebih gelap
Half: filter ND yang setengah bagiannya gelap tanpa Gradasi.
- filter CPL (Circural Polarizer)
fungsinya:
1.membuat langit biru lebih gelap
2. mampu mengurangi pantulan cahaya berlebih dari permukaan yang memantul seperti kaca, plastik, atau air
3. meningkatkan saturasi (ketajaman warna)
4. menurunkan density
filter

perbedaan foto sebelum dan setelah menggunakan filter ND

perbedaan foto sebelum dan sesudah menggunakan filter CPL

Ruang Tajam (Depth of Field)
1. Bukaan Diafragma
semakin kecil bukaan yang digunakan, maka semakin luas ruang tajam yang dihasilkan dan sebaliknya, makin besar bukaan diafragma yang digunakan, maka semakin sempit ruang tajamnya
2. Focal Length Lensa
semakin panjang focal length lensa yang digunakan makan semakin sempit ruang tajamnya. begitu juga sebaliknya.
3. Jarak Pemotretan
semakin jauh jarak pemotretan antara objek dan kamera maka ruang tajam akan semakin luas, sabaliknya jika jarak pemotretan semakin dekat maka ruang tajam akan semakin sempit
4. Besar Ukuran Fisik Sensor
Semakin besar ukuran fisik sensor, maka semakin sempit ruang tajamnya. (hal ini menjelaskan mengapa lebih sulit untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit pada kamera2 ‘pocket’, lebih mudah pada kamera DSLR dengan crop factor, dan paling mudah pada DSLR full frame atau kamera fil analog)
paling kiri atas bukaan diafragma paling besar paling kanan bukaan diafragma paling kecil
paling kiri bawah ruang tajam paling sempit paling kanan ruang tajam paling luas

Exposure, Shutter speed, ISO
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan pencahayaan (exposure) yang cukup bagi sebuah foto, yaitu:
Aperture/diafragma (f), Shutter speed (t), ASA/ISO
1. Aperture/ diafragma
diafragma merupakan lubang yang terdapat di dalam lensa. Fungsinya adalah mengatur besar kecilnya intensitas cahaya yang masuk melauli lensa. dalam hal ini diafragma bekerja sama dengan shutter speed (t). diafragma bisa digambarkan seperti jendela atau keran air, dimana makin besar lubang, makin banyak cahaya yang masuk.
2. Shutter Speed
Shutter Speed/kecepatan Rana untuk mengatur lamanya cahaya yang masuk melalui difragma lensa. Disamping berfungsi mendapatkan exposure yang tepat, shutter speed juag berfungsi untuk mendapatkan efek gerak (blurring panning, zooming). kecepatan dinyatakan dalam satuan 1/detik.
3. ISO/ASA
ISO(International Standard Organization) atau dlu disebut ASA (American Standard Association) merupakan ukuran kepekaan suatu film atau sensor digital (CCD-Charged Coupled Devices)/(CMOS-Complimentary Metal Oxide Semiconductor) terhadap cahaya. ISO juga mempengaruhi grain atau butiran2 pixel pada foto, semakin besar ISO ,maka makin besar butiran2/grain.
Suhu Warna
Cara mata manusia dalam mempersepsikan warna tidak sama dengan kamera. Perbedaan hasil antara apa yang dilihat oleh mata dan kamera berhubungan dengan suhu warna yang dipancarkan oleh sumber cahya. ada 3 macam suhu warna yang biasanya kita temui, yaitu :
Tungsten , Daylight, dan Fluorescent
Perbedaannya
1. Tungsten
dengan sumber cahaya Tungsten hasil foto kekuning2an – kemerah2an
2. Daylight
hasil foto akan normal seperti apa yang tampak
3. Flourescent
hasil foto akan kebiru kehijauan
makin tinggi suhu cahaya warna yang dipancarkan maka hasil fotonya akan semakin kebiruan. semakin rendah suhu warna cahaya, akan semakin kemerahan hasil fotonya.
Light Meter
alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan, atau bisa juga disebut exposure meter.
pada light meter terdapat beberapa pola pengukuran, antara lain:
1. Spot Metering
pengukuran hanya dilakukan pada titik tertentu. wilayah pengukuran lebih sempit sehingga diigunakan untuk mengukur cahara secara detil.
2. Centereweighted metering
sensitivitas light meter dipusatkan di tengah2 bidang pandang pada view finder. bidang pengukuran sedikit lebih luas dibandingkan dengan pola pengukuran spot matering.
3. Multipattern/multisegmented metering
pengukuran dilakukan dengan mengambil nilai rata2 dari cahaya yang ada
M, A , S , P pada kamera
M – Manual
f,t, dan ISO diatur sesuai keinginan fotografer. tetapi bila Flash digunakan, maka flash akan tetap otomatis, kecuali agan mengaturnya secara manual.
A- Aparture Priority
fotografer mengatur f, maka t mengikuti secara otomatis
S – Shutter Priority
Fotografer mengatur Shutter Speed maka f mengikuti
P – Mirip dengan fungsi auto
bedanya kamera mengatur f dan t; tapi fotografer dapat mengubah keduanya sesuai dg interval yang disediakan kamera dan juga fotografer masi bisa mengatur parameter lain (seperti ISO, WB,dll)
Modus Otomatis
kamera menetukan f, t, dan ISO secara otomatis. sebagian besar kamera akan mengaktifkan flash secara otomatis ketika tingkat pencahayaan begitu rendah, tidak peduli situasi pemotretan yang dihadapi.
lensa fix memiliki pembesaran gambar dan sudut pandang yang tidak dapat dirubah.. contohnya : lensa 14mm f/2,8 dan lensa 50mm f/1,4
lensa fix
Lensa zoom (vario)
ensa vario memiliki perbesaran gambar dan sudut pandang yang dapat dirubah tanpa harus mengganti lensa
contohnya :
lensa 18-70mm f/3,5-3,4
lensa 18-135mm f/3,5-5,6
lensa 70-200mm f/2,8
sedangkan lensa vario ini dibagi menjadi 3 menurut panjang fokus lensa, yaitu:
1. lensa sudut lebar (lensa wide)
memiliki focal length lensa antara tidak terbatas sampai 28mm,
(+) mengambil sudut pandang yang lebih luas , ruang tajam lebih luas
(-) Barrel distortion cukup tinggi, sehingga kurang cocok untuk pemotretan model, karena mengakibatkan bagian tubuh model seperti lebih besar..
2. Lensa Normal
memiliki focal length 35-70mm, memiliki sudut pandang +- sama dengan sudut pandang manusia (+- 45 derajat)
(+) tidak ada distorsi
(-) biasa saja (tidak istimewa)
lensa ini cocok untuk dokumentasi / foto bersama
3. Lensa Tele
Lensa ini memiliki focal length antara 80mm- tak terbatas lensa ini merupakan kebalikan dari lensa wide
(+) mendekatkan objek yang jauh
(-) ruang tajam lebih sempit, pinchusion distortion
lensa ini cocok untuk pemotretan model, olah raga, konser, paparazzi
lensa zoom
selain lensa2 diatas ,ada juga lensa khusus seperti berikut gan:
1. Lensa Makro
memiliki jarak fokus yang dekat. memiliki kemampuan perbesaran gambar lebih besar dari pada lensa2 lain. biasanya memiliki perbesaran 1:1 (contoh: benda dg tinggi 1cm akan terekam dengan tinggi 1cm juga pada sensor). Lensa ini dipakai untuk pemotretan benda2 kecil
2. Lensa PC (Perspective Correction)
Memiliki kemampuan untuk mengoreksi perspektif, biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur
3. Lensa Fish eye
lensa ini memiliki sudut pandang 180 derajat dan biasanya panjang focal lenghtnya 16mm. lensa ini menghasilkan efek seperti mata ikan memandang (cembung)
Filter Lensa
1. filter wajib
filter UV: untuk menyaring sinar UV yang tidak kasat mata. fungsi lainnya untuk melindungi lensa dari debu, dsb
2. filter tambahan
- filter ND (neutral Density) Gradual, Non-Gradual, Half
Gradual: filter ND yang setengah bagiannya lebih gelap dg gradasi
Non-Gradual : Filter ND yang semua bagiannya lebih gelap
Half: filter ND yang setengah bagiannya gelap tanpa Gradasi.
- filter CPL (Circural Polarizer)
fungsinya:
1.membuat langit biru lebih gelap
2. mampu mengurangi pantulan cahaya berlebih dari permukaan yang memantul seperti kaca, plastik, atau air
3. meningkatkan saturasi (ketajaman warna)
4. menurunkan density
filter
perbedaan foto sebelum dan setelah menggunakan filter ND
perbedaan foto sebelum dan sesudah menggunakan filter CPL
Ruang Tajam (Depth of Field)
1. Bukaan Diafragma
semakin kecil bukaan yang digunakan, maka semakin luas ruang tajam yang dihasilkan dan sebaliknya, makin besar bukaan diafragma yang digunakan, maka semakin sempit ruang tajamnya
2. Focal Length Lensa
semakin panjang focal length lensa yang digunakan makan semakin sempit ruang tajamnya. begitu juga sebaliknya.
3. Jarak Pemotretan
semakin jauh jarak pemotretan antara objek dan kamera maka ruang tajam akan semakin luas, sabaliknya jika jarak pemotretan semakin dekat maka ruang tajam akan semakin sempit
4. Besar Ukuran Fisik Sensor
Semakin besar ukuran fisik sensor, maka semakin sempit ruang tajamnya. (hal ini menjelaskan mengapa lebih sulit untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit pada kamera2 ‘pocket’, lebih mudah pada kamera DSLR dengan crop factor, dan paling mudah pada DSLR full frame atau kamera fil analog)
paling kiri atas bukaan diafragma paling besar paling kanan bukaan diafragma paling kecil
paling kiri bawah ruang tajam paling sempit paling kanan ruang tajam paling luas
Exposure, Shutter speed, ISO
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan pencahayaan (exposure) yang cukup bagi sebuah foto, yaitu:
Aperture/diafragma (f), Shutter speed (t), ASA/ISO
1. Aperture/ diafragma
diafragma merupakan lubang yang terdapat di dalam lensa. Fungsinya adalah mengatur besar kecilnya intensitas cahaya yang masuk melauli lensa. dalam hal ini diafragma bekerja sama dengan shutter speed (t). diafragma bisa digambarkan seperti jendela atau keran air, dimana makin besar lubang, makin banyak cahaya yang masuk.
2. Shutter Speed
Shutter Speed/kecepatan Rana untuk mengatur lamanya cahaya yang masuk melalui difragma lensa. Disamping berfungsi mendapatkan exposure yang tepat, shutter speed juag berfungsi untuk mendapatkan efek gerak (blurring panning, zooming). kecepatan dinyatakan dalam satuan 1/detik.
3. ISO/ASA
ISO(International Standard Organization) atau dlu disebut ASA (American Standard Association) merupakan ukuran kepekaan suatu film atau sensor digital (CCD-Charged Coupled Devices)/(CMOS-Complimentary Metal Oxide Semiconductor) terhadap cahaya. ISO juga mempengaruhi grain atau butiran2 pixel pada foto, semakin besar ISO ,maka makin besar butiran2/grain.
Suhu Warna
Cara mata manusia dalam mempersepsikan warna tidak sama dengan kamera. Perbedaan hasil antara apa yang dilihat oleh mata dan kamera berhubungan dengan suhu warna yang dipancarkan oleh sumber cahya. ada 3 macam suhu warna yang biasanya kita temui, yaitu :
Tungsten , Daylight, dan Fluorescent
Perbedaannya
1. Tungsten
dengan sumber cahaya Tungsten hasil foto kekuning2an – kemerah2an
2. Daylight
hasil foto akan normal seperti apa yang tampak
3. Flourescent
hasil foto akan kebiru kehijauan
makin tinggi suhu cahaya warna yang dipancarkan maka hasil fotonya akan semakin kebiruan. semakin rendah suhu warna cahaya, akan semakin kemerahan hasil fotonya.
Light Meter
alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan, atau bisa juga disebut exposure meter.
pada light meter terdapat beberapa pola pengukuran, antara lain:
1. Spot Metering
pengukuran hanya dilakukan pada titik tertentu. wilayah pengukuran lebih sempit sehingga diigunakan untuk mengukur cahara secara detil.
2. Centereweighted metering
sensitivitas light meter dipusatkan di tengah2 bidang pandang pada view finder. bidang pengukuran sedikit lebih luas dibandingkan dengan pola pengukuran spot matering.
3. Multipattern/multisegmented metering
pengukuran dilakukan dengan mengambil nilai rata2 dari cahaya yang ada
M, A , S , P pada kamera
M – Manual
f,t, dan ISO diatur sesuai keinginan fotografer. tetapi bila Flash digunakan, maka flash akan tetap otomatis, kecuali agan mengaturnya secara manual.
A- Aparture Priority
fotografer mengatur f, maka t mengikuti secara otomatis
S – Shutter Priority
Fotografer mengatur Shutter Speed maka f mengikuti
P – Mirip dengan fungsi auto
bedanya kamera mengatur f dan t; tapi fotografer dapat mengubah keduanya sesuai dg interval yang disediakan kamera dan juga fotografer masi bisa mengatur parameter lain (seperti ISO, WB,dll)
Modus Otomatis
kamera menetukan f, t, dan ISO secara otomatis. sebagian besar kamera akan mengaktifkan flash secara otomatis ketika tingkat pencahayaan begitu rendah, tidak peduli situasi pemotretan yang dihadapi.
PRINSIP KERJA KAMERA OBSCURA
Tuesday, 19 November 2013
Posted by Unknown
Tag :
informasi,
Photografi
Kamera Obscura atau dikenal juga sebagai prinsip kamera
pertama kali ditemukan oleh Ibn al-Haytham. Ilmuwan kelahiran Basra, Irak dalam
bukunya menyebut, Book of Optics, pemakaian lubang jarum dan lensa dalam di
dinding ruangan gelap untuk memproyeksikan apa yang ada di luar ke dalam
ruangan dengan gambar terbalik.Obscura sendiri dalam bahasa latin berarti
ruangan gelap. Meski prinsip
kamera sudah ditemukan pada waktu itu tetapi
hasilnya belum bisa dicetak seperti pada saat ini. Pada tahun 1660, seorang ilmuwan Inggris, Robert Boyle dibantu oleh Robert Hooke berhasil menciptakan kamera obscura jinjing lebih kecil dari kamera Obscura ciptaan Al-Haytham yang berukuran besar.
Pada tahun 1685, Johann Zahn menyempurnakan kamera obscura menjadi lebih kecil dan mudah dibawa. Selain itu juga memanfaatkan cermin dan lensa untuk menfokuskan gambar.
Perkembangan kamera semakin berarti setelah Joseph Nicephore Niepce pada tahun 1814 mencoba mencetak pada sebuah lempengan pewter (logam lunak campuran) dengan bitumen (semacam aspal). Saat terkena cahaya bitumen akan mengeras. Bagian yang tidak mengeras kemudian dilarutkan. Bagian inilah yang menjadi cikal bakal foto.
Pada tahun 1836, Louis Jacques Daguerre menyempurnakan proses cetak foto. Ia membuat lempengan tembaga menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Proses itu dinamakan daguerreotype.
Pada tahun 1840 William Fox Talbot menyempurnakan proses cetak foto yang
dikenal dengan Calotype. Baik Daguerre maupun Talbot menggunakan kamera yang
sedikit berbeda dari kamera Zahn. Mereka memakai lempengan logam atau lembaran
kertas yang diletakkan di depan layar bidik, merekam gambar, dan menggeser
lensa untuk menfokuskan gambar.
Era lempengan basah sebagai media rekam gambar kemudian disempurnakan dengan ditemukannya lempeng kering collodion pada tahun 1885 oleh Desire Van Monckhoven.
Era lempengan basah sebagai media rekam gambar kemudian disempurnakan dengan ditemukannya lempeng kering collodion pada tahun 1885 oleh Desire Van Monckhoven.
Kemajuan dunia fotografi makin sempurna dengan temuan Richard Leach Maddox yang
menggunakan gelatin kering pada tahun 1871. Lempengan kering ini lebih cepat
dan lebih bagus hasil cetakannya dibandingkan dengan lempengan basah. Pada era
ini, untuk pertama kalinya kamera bisa dibuat dalam ukuran genggam dan dapat
disimpan di dalam tas. Sejak itu berbagai desain kamera muncul, ada single atau
twin-lens reflexes, kamera berukuran besar, kamera saku, hingga kamera yang
bisa disatukan dengan arloji, topi dan sebagainya.
Setelah era Pelat, dunia fotografi semakin menyenangkan sejak ditemukan film topografik oleh George Eastman. Tahun 1885, Film fotografik masih menggunakan lembaran kertas, pada tahun yang sama berkembang lagi teknologi fotografi dengan film.
Eastman menciptakan kotak kamera dengan film seluloid yang bisa menampung 100 frame foto. Kamera berbentuk kotak dengan single focus dan single shutter ini dinamakan kodak. Kamera brownie karya Eastman sangat populer hingga tahun 1960-an. Industri kamera makin ramai sejak Jepang ikut memproduksi kamera dengan film 35 mm yang bermerk Canon 1936.
Sekitar tahun 1913, Oskar Barnack menggunakan film dengan ukuran 35 mm dan mengembangkan kamera berukuran kompak (kecil). Film ukuran 35 mm mendominasi pemakaian film kamera hingga era kamera digital.
Selain kamera yang memakai film, muncul juga kamera instan. Hasil fotonya bisa dilihat sesaat setelah pemotretan tanpa melalui proses pencucian dan pencetakan film. Kamera instan pertama kali dipopulerkan oleh polaroid dengan model 95. Kamera ini juga disebut kamera land karena diciptakan oleh Edwin Land.
Era analog mulai ditinggalkan dan digantikan dengan era kamera digital. Perbedaan antara kamera analog dan kamera digital adalah bahwa kamera digital tidak memerlukan film. Gambar yang direkam disimpan ke dalam kartu memori atau tempat penyimpanan pada kamera tersebut. Selain untuk membuat foto, kamera digital juga bisa untuk membuat video. Tentu saja hal ini membuat kamera analog tersingkir.
Selain pengoperasian lebih mudah, harga murah, proses lebih cepat, jangkauan juga lebar. Kamera digital semakin populer ketika menjadi fitur wajib di telepon selular dan hasil fotonya bisa langsung diunggah ke situs jejaring sosial dsb.
Setelah era Pelat, dunia fotografi semakin menyenangkan sejak ditemukan film topografik oleh George Eastman. Tahun 1885, Film fotografik masih menggunakan lembaran kertas, pada tahun yang sama berkembang lagi teknologi fotografi dengan film.
Eastman menciptakan kotak kamera dengan film seluloid yang bisa menampung 100 frame foto. Kamera berbentuk kotak dengan single focus dan single shutter ini dinamakan kodak. Kamera brownie karya Eastman sangat populer hingga tahun 1960-an. Industri kamera makin ramai sejak Jepang ikut memproduksi kamera dengan film 35 mm yang bermerk Canon 1936.
Sekitar tahun 1913, Oskar Barnack menggunakan film dengan ukuran 35 mm dan mengembangkan kamera berukuran kompak (kecil). Film ukuran 35 mm mendominasi pemakaian film kamera hingga era kamera digital.
Selain kamera yang memakai film, muncul juga kamera instan. Hasil fotonya bisa dilihat sesaat setelah pemotretan tanpa melalui proses pencucian dan pencetakan film. Kamera instan pertama kali dipopulerkan oleh polaroid dengan model 95. Kamera ini juga disebut kamera land karena diciptakan oleh Edwin Land.
Era analog mulai ditinggalkan dan digantikan dengan era kamera digital. Perbedaan antara kamera analog dan kamera digital adalah bahwa kamera digital tidak memerlukan film. Gambar yang direkam disimpan ke dalam kartu memori atau tempat penyimpanan pada kamera tersebut. Selain untuk membuat foto, kamera digital juga bisa untuk membuat video. Tentu saja hal ini membuat kamera analog tersingkir.
Selain pengoperasian lebih mudah, harga murah, proses lebih cepat, jangkauan juga lebar. Kamera digital semakin populer ketika menjadi fitur wajib di telepon selular dan hasil fotonya bisa langsung diunggah ke situs jejaring sosial dsb.
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang
dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya
beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel
optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam
jarak yang sangat jauh.
Kira-kira lebih dari 20 tahun yang lalu, kabel
serat optik (Fiber Optic) telah mengambil alih dan mengubah wajah teknologi
industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh.
Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di
seluruh dunia. Ketika serat optik menggantikan tembaga (copper) sebagai long
distance calls maupun internet traffic yang secara tidak langsung berdampak
pada penurunan biaya produksi.
Untuk memahami bagaimana sebuah kabel serat optik
bekerja, sebagai contoh coba bayangkan sebuah sedotan plastik atau pipa plastik
panjang fleksible berukuran besar. Bayangkan pipa tersebut mempunyai panjang
seratus meter dan anda melihat kedalam dari salah satu sisi pipa. Seratus meter
di sebelah sana seorang teman menghidupkan lampu senter dan diarahkan kedalam
pipa. dikarenakan bagian dalam pipa terbuat dari bahan kaca sempurna, maka
cahaya senter akan di refleksikan pada sisi yang lain meskipun bentuk pipa
bengkok atau terpilin masih dapat terlihatpantulan cahaya tersebut pada sisi
ujungnya. Jika misalnya seorang teman anda menyalakan cahaya senter hidup dan
mati seperti kode morse, maka anda dan teman anda dapat berkomunikasi melalui
pipa tersebut. Seperti itulah prinsip dasar dari serat optik atau yang biasa
dikenal dengan nama fiber optic cable.
Core adalah kaca tipis yang
merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang
mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic
pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan..
1. Single-mode fibers
Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer).
2. Multi-mode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)
Cara Kerja Fiber Optik
Sebuah kabel fiber optik terbuat dari serat kaca murni, sehingga meskipun
kabel mempunyai panjang sampai beratus2 meter, cahaya masih dapat dipancarkan
dari ujung ke ujung lainnya. Helai serat kaca tersebut didesain sangat
halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca
dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi
serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar
serat kaca.
Cermin ini menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca), sama seperti jika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian anda mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca , maka cahaya senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut diarahkan (ke jendela berkaca) dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. demikian pada serat optik, cahaya berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah.
Untuk mengirimkan percakapan2
telepon melalui serat optik, suara analog di rubah menjadi sinyal digital.
Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel on/off untuk mengirimkan
setiap bit sinyal. System fiber optik Modern dengan single laser bisa
mentransmitkan jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan
off jutaan kali /second. System terbaru laser transmitter dapat mentransmitkan warna2 yang berbeda untuk
mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optik yang sama.
Keuntungan Fiber Optik
Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Kapasitas lebih besar.
Sinyal degradasi lebih kecil.
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Fleksibel.
Sinyal digital.
Bagaimana Fiber Optik Dibuat
Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD). Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2. SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca. Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.
Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan
kedalam fiber drawing tower. Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius
sampai meleleh. Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga
preform membentuk benang. Dilakukan proses coating dan UV Curing.
Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
Information carrying capacity : bandwith
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
Operating temperature.
Story Line:
In modern day Japan, Wolverine is out of his depth in an unknown
world as he faces his ultimate nemesis in a life-or-death battle that
will leave him forever changed. Vulnerable for the first time and pushed
to his physical and emotional limits, he confronts not only lethal
samurai steel but also his inner struggle against his own immortality,
emerging more powerful than we have ever seen him before.
http://www.imdb.com/title/tt1430132/
[FORMAT]:………………………….:[ Matroska
[GENRE]:………………………… .:[ Action | Adventure | Fantasy
[FILE SIZE]:……………………….:[ 525 MB
[NO OF CDs]:……………………….:[ 1
[RESOLUTION]:………………………:[ 720x304
[LANGUAGE ]:……………………….:[ English
[SUBTITLES]:……………………….:[ Muxed
[RELEASE RUNTIME]:………………….:[ 2h 06min
[SOURCE]:…………:[ The.Wolverine.2013.DVDRip.x264.AC3-EVO
[iMDB RATING]:……………………..:[ 7.0/10
[Encoder]:…………………………:[ nItRo
[GENRE]:………………………… .:[ Action | Adventure | Fantasy
[FILE SIZE]:……………………….:[ 525 MB
[NO OF CDs]:……………………….:[ 1
[RESOLUTION]:………………………:[ 720x304
[LANGUAGE ]:……………………….:[ English
[SUBTITLES]:……………………….:[ Muxed
[RELEASE RUNTIME]:………………….:[ 2h 06min
[SOURCE]:…………:[ The.Wolverine.2013.DVDRip.x264.AC3-EVO
[iMDB RATING]:……………………..:[ 7.0/10
[Encoder]:…………………………:[ nItRo
DOWNLOAD









